nuffnang

Siti Khadijah

Siapakah Siti Khadijah?

Siti Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai.
Berasal dari golongan pembesar Mekkah. Beliau adalah seorang wanita yang berasal dari suku kaum Asadiyah satu keturunan Arab Quraisy yang amat dihormati dan disegani.

Beliau di juluki Ath-thohirah, yang bermaksud bersih dan suci dan beliau juga seorang wanita yang cerdas dan agung. Beliau dikenal sebagai seorang yang teguh dan cerdik dan memiliki perangai yang luhur.

Siti Khadijah dilahirkan pada tahun 68 sebelum hijrah yaitu 15 tahun sebelum tahun gajah. Beliau dibesarkan dan diasuh dengan penuh kasih sayang oleh ibu bapaknya serta diberikan tarbiah yang sempurna.

Beliau juga memiliki wajah yang cantik serta berasal dari keturunan yang terhormat, memiliki martabat karena kepandaian dan kecerdasaanya, dan ia juga adalah wanita yang kaya raya. Maka tidak hairanlah ramai pemuda Quraisy yang terhormat dan kaya raya ingin menjadikan Khadijah sebagai istri dan semua tawaran tersebut ditolak oleh khadijah, karena hatinya telah tertambat pada peribadi yang terpercaya, jujur, profesional dalam bekerja, dan memiliki akhlaq yang mulia, ia adalah Nabi Muhammad. Dan Allah mentakdirkan mereka untuk menikah, walaupun pada waktu itu, umur Khadijah yang telah sampai di usia 40 Tahun manakala Nabi Muhammad yang berumur 25 tahun.

Beliau hidup mewah dengan hartanya sendiri. Meskipun memiliki kekayaan melimpah, Khadijah merasa kesepian hidup menyendiri tanpa suami. Pada suatu hari, suatu pagi, dengan penuh kegembiraan ia pergi ke rumah pamannya, iaitu Waraqah bin Naufal. Ia berkata: “Tadi malam aku bermimpi sangat menakjubkan. Aku melihat matahari berputar-putar di atas kota Mekkah, lalu turun ke arah bumi. Ia semakin mendekat dan semakin mendekat. Aku terus memperhatikannya untuk melihat kemana ia turun. Ternyata ia turun dan memasuki rumahku. Cahayanya yang sangat agung itu membuatku terkagum. Lalu aku terbangun dari tidurku”.

Waraqah mengatakan: “Aku sampaikan berita gembira kepadamu, bahwa seorang lelaki agung dan mulia akan datang meminangmu. Ia memiliki kedudukan penting dan kemasyhuran yang semakin hari semakin meningkat”. Tak lama kemudian Khadijah ditakdirkan menjadi isteri Rasulullah SAW. Ketika Nabi Muhammad masih muda dan dikenal sebagai pemuda yang lurus dan jujur, telah diperkenalkan untuk ikut menjualkan barang dagangan Khadijah.

Hal yang lebih banyak menarik perhatian Khadijah adalah kemuliaan jiwa Nabi Muhammad SAW. Khadijah lah yang lebih dahulu mengajukan permohonan untuk menikah dengan Nabi Muhammad. Semua itu berlaku dengan usaha orang tengah yaitu Nafisah Binti Munyah dan peminangan dibuat melalui paman Nabi yaitu Abu Thalib. Keluarga terdekat Khadijah tidak menyetujui rencana pernikahan ini. Namun Khadijah sudah tertarik oleh kejujuran, kebersihan dan sifat-sifat istimewa Nabi Muhammad ini, sehingga beliau tidak mempedulikan segala kritikan dan kecaman dari keluarga dan kerabatnya.

Khadijah yang juga seorang yang cerdas, mengenai ketertarikannya kepada Muhammad mengatakan, “Jika segala kenikmatan hidup diserahkan kepadaku, dunia dan kekuasaan para raja Iran dan Romawi diberikan kepadaku, tetapi aku tidak hidup bersamamu, maka semua itu bagiku tak lebih berharga daripada sebelah sayap seekor nyamuk.”

Sewaktu malaikat turun membawa wahyu kepada Nabi Muhammad maka Khadijah adalah orang pertama yang mengakui kenabian suaminya, dan wanita pertama yang memeluk serta menerima Islam. Sepanjang hidupnya bersama Rasulullah SAW, Khadijah begitu setia menyertai Rasul dalam setiap peristiwa suka dan duka. Setiap kali suaminya ke Gua Hira’, beliau pasti menyiapkan semua perbekalan dan keperluannya. Seandainya Rasulullah SAW agak lama tidak pulang, beliau akan meninjau untuk memastikan keselamatan Rasul.

Sekiranya Rasul khusyu bermunajat, beliau tinggal di rumah dengan sabar sehingga Rasul pulang. Apabila suaminya sedang berkesusahan serta berada dalam keadaan gelisah, beliau coba sekuat mungkin mententeram dan menghiburkannya sehingga suaminya benar-benar merasa tenang.

Setiap ancaman dan penganiayaan dihadapi bersama. Malah dalam banyak kegiatan ibadah Rasulullah SAW, Khadijah pasti bersama dan membantu beliau seperti menyediakan air untuk mengambil wudhu Rasulullah SAW menyebut keistimewaan terpenting Khadijah dalam salah satu sabdanya, “Di saat semua orang mengusir dan menjauhiku, ia beriman kepadaku. Ketika semua orang mendustakan aku, ia meyakini kejujuranku. Sewaktu semua orang menyisihku, ia menyerahkan seluruh harta kekayaannya kepadaku.”

Siti Khadijah telah hidup bersama-sama Nabi Muhammad selama 24 tahun dan wafat dalam usia 64 tahun 6 bulan. Khadijah, adalah wanita yang cerdas, ibu rumah tangga yang amanah, pendidik bagi anak-anaknya, pengusaha yang sukses, Istri seorang Nabi dan Rasul, dan pejuang di jalan Allah….





No comments:

Post a Comment